Tidak terima jagoan capresnya kalah, para netter ngedumel



Tanggal 22 Juli sudah berlalu, berarti usai sudah pemilihan presiden dan calon presiden Republik Indonesia untuk periode 2014 hingga 2019. Tapi nyatanya perang dingin antar sesama fanatik kedua belah pihak masih berlanjut. Buktinya? Coba anda lihat feed home timeline dari facebook atau twitter anda deh :p pasti ada.

Tidak hanya itu saja, banyak yang mengompor-ngomporin berita pencapresan dengan intel-intel mana gitu, kurang ngerti juga. Ada juga yang mengaitkan ketua KPU bersekongkol dengan ini itu, ada juga yang mengkaitkan dengan FPI, ada yang jadi weaboo ormas dll-dll-dll. Intinya semua orang sok tahu dengan minimnya informasi yang mereka tahu dan asal ikut-ikut postingan yang menyebabkan kondisi jadi provokatif bagi mereka yang enggak bisa baca situasi.

Toh KPU adalah badan independen yang ditunjuk untuk mengadakan pemilihan umum. Kita yang sudah mengawal pemilu dan memperhatikan ya seharusnya merasa legowo kalau orang jawa bilang. Legowo ya berarti menerima dengan ikhlas karena memang seperti itulah hasilnya. Memang dari kedua belah pihak pasti ada saja kecurangan dari salah satu tim sukses.

Hasil dari ketetapan KPU yaitu menetapkan no urut pasangan capres 2, Jokowi - Jusuf Kalla menjadi presiden Republik Indonesia untuk periode selanjutnya. Toh, pada postingan saya sebelumnya tentang kurs rupiah menguat pasca quick count dan pemilu ternyata memberikan efek yang sangat signifikan pada perekonomian kita. Semoga dengan terpilihnya presiden Republik Indonesia yang baru dapat memberikan dampak positif yang besar bagi Negara Indonesia.

Komen:

Posting komen


Hanya dapat dilihat oleh admin.

Trackback:

http://dcyber09.blog.fc2.com/tb.php/65-24727bb3

Gunakan trackback untuk artikel ini (pengguna FC2 Blog).