Salah Kaprah Tips Mempercepat Koneksi Internet



Di sini saya hanya ingin mencoba meluruskan adanya anggapan tips mempercepat koneksi Internet. Seperti yang kita tahu, kualitas internet di Indonesia memang bisa dibilang uhm, masih kurang dari harapan namun bukan berarti tiap tahun teknologi dan infrastruktur Indonesia gitu-gitu aja. Buktinya Indonesia kini sudah mampu membawakan konektivitas 4G LTE (Long Term Evolution).

Yang sering beredar dari dulu sampai sekarang yaitu banyak para blogger yang memposting bagaimana cara atau tips untuk mempercepat koneksi internet, kebanyakan dari mereka pasti akan memposting cara mengukur response latency dns server menggunakan dns benchmark, kemudian mengganti dns tersebut menjadi dns google (8.8.8.8) atau dns opendns (208.67.220.220). Tips tersebut biasanya dijadikan patokan untuk meningkatkan kecepatan internet.

Sebenarnya hal tersebut bukannya tidak benar 100%, per diketahui bahwa mengubah dns server akan merubah kecepatan respon membaca domain yang berupa huruf ke IP yang berupa angka atau sebaliknya. Bukan meningkatkan kecepatan internet secara realtime saat proses download. Kita harus mengetahui terlebih dahulu konsep bagaimana suatu dns server bekerja.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, konsep dns server bekerja yakni mengubah domain yang berupa huruf ke IP yang berupa angka atau sebaliknya. Hal tersebut hanya mengacu dalam mempengaruhi respon kecepatan dalam membaca suatu domain atau IP saja. Namun sama sekali tidak berpengaruh pada kecepatan download realtime. Kecepatan download realtime disesuaikan dengan througput modem dan ISP (Internet Service Provider) yang kita punya.

Sebagai contoh, kita mempunyai modem speed download rata-rata ke website A adalah 20 KB/det. Kemudian kita menggunakan tips mempercepat koneksi internet itu (mengubah dns) dari dns A ke dns B. Kemudian coba perhatikan kecepatan download statistiknya. Biasanya kecepatan downloadnya relatif stabil, toh kalau pun berubah ya memang sifat dari ISP tersebut apakah sedang penuh peak time atau sedang jam kosong.

Jika dicoba untuk mendownload di website B dan mendapatkan speed 30 KB/det lebih cepat, bukan berarti tips terebut bekerja. Kita harus perhatikan terlebih dahulu dimana server website A dan B tersebut berada. Karena internet adalah seperti jaring laba-laba yang tersambung di seluruh dunia. Jika kita realtime akses website tsb kita hanya perlu ketik nama domain atau IP saja, namun sebenarnya di luar mekanisme tersebut koneksi kita terpecah menjadi beberapa frame packet yang melewati lebih dari satu jalur. Dan tiap jalur tersebut berbeda tingkat kecepatannya tergantung apakah sedang ramai atau tidak. Ada yang untuk mengakses website A harus menggunakan jalur terjauh (lama) kemudian di jalur B yang biasanya jalur terjauh, karena letak server fisiknya berdekatan dengan kita ternyata jalurnya berbeda lagi yang ternyata lebih dekat. Kira-kira ilustrasinya seperti itu.

Komen:

Posting komen


Hanya dapat dilihat oleh admin.

Trackback:

http://dcyber09.blog.fc2.com/tb.php/60-27f81655

Gunakan trackback untuk artikel ini (pengguna FC2 Blog).