Integrasi Varnish cache 3 dengan Apache webserver



Pada postingan sebelumnya, saya membahas cara install varnish cache pada sistem operasi centos. Kali ini kita akan membahas integrasinya di apache. Saya asumsikan bahwa anda sudah menginstall varnish cache secara benar yang telah saya tuliskan. Kemudian kita langsung saja edit konfigurasinya dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Integrasi Varnish cache dengan Apache

Langkah awal yang harus dilakukan adalah meng-edit konfigurasi file system varnish terlebih dahulu (pastikan sudah mempunyai editor, yum -y install nano).
nano /etc/sysconfig/varnish

Jika terus di scroll ke bawah ada beberapa section dengan nama Alternative 1, Alternative 2, Alternative 3 dan Alternative 4. Pastikan beri tanda # pada awal (comment) dari ruas baris Alternative 1 sampai Alternative 4.

Dengan menambahkan tanda # pada seluruh baris Alaternative, berarti kita akan menon-aktifkan semua pilihan alternative tersebut dan membuat custom setting sendiri.

Kemudian scroll paling bawah, kita tambahkan custom setting sendiri:

klik

Dimana penjelasannya sebagai berikut:
- malloc,256m => ini adalah alokasi memory yang akan digunakan varnish. Jika ram anda 512MB, gunakan 256 MB malloc, namun untuk ram yang besar di atas 2GB, disarankan memakai 50%-nya, yakni 1024MB.

Jika sudah dirubah, kita save. Control+O > save > Control+X > exit.

Sekarang kita rubah konfigurasi varnish untuk backend server.
nano /etc/varnish/default.vcl

Pastikan untuk merubahnya menjadi :

backend default {
.host = "127.0.0.1";
.port = "8080";
}

Jika sudah selesai, kita tinggal ke settingan apache.
nano /etc/httpd/conf/httpd.conf

Yang perlu diperhatikan adalah cari barisan yang mengandung kata "Listen 80". Kita hanya perlu merubah "Listen 80" menjadi "Listen 127.0.0.1:8080"

Begitu juga dengan baris "NameVirtualHost *:80" kita rubah menjadi "NameVirtualHost 127.0.0.1:8080"

Penjelasannya, apache akan melakukan listening pada localhost port 8080, bukan pada public IP. Di saat bersamaan varnish cache akan melakukan caching dari port 80 yang nantinya akan di proses ke apache. Langkah terakhir hanya tinggal melakukan restart apache dan varnish saja.

service httpd restart
service varnish restart

Komen:

Posting komen


Hanya dapat dilihat oleh admin.

Trackback:

http://dcyber09.blog.fc2.com/tb.php/49-28b5de35

Gunakan trackback untuk artikel ini (pengguna FC2 Blog).