Presenter TV Car SOS: Tim Shaw dan Fuzz Townshend

carsos_.jpg

Serial acara restorasi mobil klasik lama menjadi baru, Car SOS kini ratingnya cukup tinggi. Serial yang sekarang sedang menjalani season 2 ternyata makin banyak pemirsanya. Kali ini akan membahas duo presenter sekaligus sebagai orang yang menangani langsung dalam merestorasi mobilnya. Presenternya TV Car SOS, Tim Shaw dan Fuzz Townshend.

Tim Shaw
Pria kelahiran London ini lahir pada tahun 9 Juni 1974. Ia mengawali karirnya sebagai pembawa acara di televisi dan radio British. Karirnya meroket semenjak semenjak mengawali karir sebagai pembawa acara yang sekarang mempunyai program televisi sendiri di National Geographic Channel.

Beberapa acara program televisinya di Nat Geo Channel yaitu None of The Above, Car SOS,

Fuzz Townshend
Berbeda dengan Tim, Fuzz mengawari karirnya sejak kecil sebagai seorang drummer. Pria yang lahir di tahun 1964 kini menjadi partner pembawa acara dari Car SOS yang sekarang memasuki season 2. Fuzz pernah ikut bergabung dengan beberapa band indie dan band terkenal, bahkan pernah merilis single solonya.

Tujuan dari ia mengikuti acara Car SOS yaitu adanya unsur emosional saat para pemilik mobil klasik yang membutuhkan restorasi yang diajukan oleh kerabat dekatnya namun tidak diketahui sang pemilik kalau sebenarnya mobilnya telah dicuri selama 3 minggu.

Pasti banyak yang bertanya kenapa Fuzz yang tadinya drummer berubah 180 derajat jadi seorang montir handal di acara Car SOS. Ternyata dulu Fuzz pernah menjadi mekanik dari West Midlands Travel. Ayah yang mempunyai 2 anak ini mengatakan saat semua orang berlibur dan bersenang-senang ia malah berada di bengkel dan berlumuran oli.

sumber [1][2][3]
pic via rlsbb.com

Perbedaan antara Windows, Mac dan Linux saat update OS

Meme baru dari nixcraft menyebutkan perbedaan yang signifikan antara Windows, Mac dan Linux saat adanya update OS terbaru. Cekidot dulu :)

os diff

Untuk pengguna Windows, saat update biasanya ada saja package yang aneh dan enggak berguna. Ada yang suka ada yang enggak. Tapi kalau yang bajakan biasanya tidak akan melakukan update :p

Untuk pengguna Mac, saat update biasanya perubahan terhadap package atau program yang bersangkutan, kebanyakan pengguna cenderung menyukainya, apa mungkin karena faktor harga?

Untuk pengguna Linux, hampir semua update-an atau program dibuat dari komunitas. Oh salah, yang benar semua update dan program dari kontributor perorangan. Jelas jika suatu package atau program buatannya dipakai si pembuat tentunya akan senang dan bangga :)