Melihat Daftar IP yang Tersambung pada Server

89675081 XS

Kali ini mau membagikan cara untuk melihat daftar ip yang tersambung pada server. Karena syntax linux yang satu ini sangat penting jika memang pas lagi dibutuhkan. Sangat penting bagi seorang Network Administrator unutuk melakukan monitoring atau penjagaan berkala terhadap serangan yang masif dari ancaman luar.

Terkadang saya juga sering melakukan pengecekan terhadap beberapa server jika terasa agak lemot. Mungkin saja ada serangan dos atau ada botnet nakal yang lagi mampir ke server. Toh zaman sekarang sudah sangat biasa ada beberapa botnet yang menyebarkan spam atau serangan dos terhadap ip tertentu, kadang motifnya juga suka enggak jelas. Tapi yang jelas dominan itu dia menyebarkan spam jaringan.

Semoga bisa bermanfaat dan anda bebas memodifikasi dan menggunakannya.

Sebenarnya script ini bisa kita modifikasi penggunaannya agar lebih mudah dengan membuat eksekusi script. Lewat SSH atau terminal, kita buat script (nano test > save) kemudian isikan scriptnya. Kemudian eksekusi scriptnya lewat SSH atau terminal (sh test). Atau di chmod +x test kemudian eksekusi ./test

sumber | lihat script

Install Ioncube loader di Linux



Ada yang tahu Ioncube loader? Bagi yang tidak tahu ionCube adalah ekstensi Zend-Engine yang berguna untuk melakukan encode pada file PHP. Dalam hal ini, ada beberapa cms website yang memang wajib menggunakan ioncube loader. Untuk mendapatkan file instalasinya, kamu bisa menuju ioncube website. Sebelum menginstall ioncube, pastikan sesuai dengan kebutuhan website kamu. Misalnya saya menggunakan centos server 64 bit, jadi saya harus memilih versi Linux (64 bits). Untuk pilihan packagenya ya pilih saja yang .zip, tar,gz, sama saja sih semuanya.

Pertama-tama kita masukkan root privilage terlebih dahulu, kemudian menuju /usr/local. Kemudian kita download file tersebut ke direktori tersebut menggunakan remote download agar lebih mudah. Untuk lebih jelasnya ada di bawah ini:

cd /usr/local
sudo wget http://downloads2.ioncube.com/loader_downloads/ioncube_loaders_lin_x86-64.tar.gz
sudo tar xzf ioncube_loaders_lin_x86-64.tar.gz


Setelah berhasil di extract melalui command tar xzf tadi, kita harus pilih ekstensi yang sesuai dengan versi PHP kita. Misalnya, saat ini saya menggunakan versi php 5.3.0 yang versi stable. Jadi saya harus menambahkan ekstensi ioncube_loader_lin_5.3.so ke dalam settingan phpnya. Bagaimana caranya?

echo "zend_extension=/usr/local/ioncube/ioncube_loader_lin_5.3.so" | sudo tee /etc/php5/conf.d/ioncube.ini

Atau jika kamu terlalu malas, bisa tambahkan kata zend_extension=/usr/local/ioncube/ioncube_loader_lin_5.3.so ke dalam file settingan php. Karena saya menggunakan lighttpd, biasanya berada di /etc/php5/conf.d/ioncube.ini. Jangan lupa restart servicenya dan kill semua sesi php-cgi.

service lighttpd restart
killall php-cgi


Untuk mengetesnya, silahkan kamu buat file php simple dengan isi phpinfo();
Kemudian kamu liat keterangannya, apakah ekstensi Zend-Engine untuk ioncube sudah terpasang apa belum. Jika belum, mungkin kamu melupakan langkah atau terlewati bagiannya.

Integrasi Varnish cache 3 dengan Apache webserver



Pada postingan sebelumnya, saya membahas cara install varnish cache pada sistem operasi centos. Kali ini kita akan membahas integrasinya di apache. Saya asumsikan bahwa anda sudah menginstall varnish cache secara benar yang telah saya tuliskan. Kemudian kita langsung saja edit konfigurasinya dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Integrasi Varnish cache dengan Apache

Langkah awal yang harus dilakukan adalah meng-edit konfigurasi file system varnish terlebih dahulu (pastikan sudah mempunyai editor, yum -y install nano).
nano /etc/sysconfig/varnish

Jika terus di scroll ke bawah ada beberapa section dengan nama Alternative 1, Alternative 2, Alternative 3 dan Alternative 4. Pastikan beri tanda # pada awal (comment) dari ruas baris Alternative 1 sampai Alternative 4.

Dengan menambahkan tanda # pada seluruh baris Alaternative, berarti kita akan menon-aktifkan semua pilihan alternative tersebut dan membuat custom setting sendiri.

Kemudian scroll paling bawah, kita tambahkan custom setting sendiri:

klik

Dimana penjelasannya sebagai berikut:
- malloc,256m => ini adalah alokasi memory yang akan digunakan varnish. Jika ram anda 512MB, gunakan 256 MB malloc, namun untuk ram yang besar di atas 2GB, disarankan memakai 50%-nya, yakni 1024MB.

Jika sudah dirubah, kita save. Control+O > save > Control+X > exit.

Sekarang kita rubah konfigurasi varnish untuk backend server.
nano /etc/varnish/default.vcl

Pastikan untuk merubahnya menjadi :

backend default {
.host = "127.0.0.1";
.port = "8080";
}

Jika sudah selesai, kita tinggal ke settingan apache.
nano /etc/httpd/conf/httpd.conf

Yang perlu diperhatikan adalah cari barisan yang mengandung kata "Listen 80". Kita hanya perlu merubah "Listen 80" menjadi "Listen 127.0.0.1:8080"

Begitu juga dengan baris "NameVirtualHost *:80" kita rubah menjadi "NameVirtualHost 127.0.0.1:8080"

Penjelasannya, apache akan melakukan listening pada localhost port 8080, bukan pada public IP. Di saat bersamaan varnish cache akan melakukan caching dari port 80 yang nantinya akan di proses ke apache. Langkah terakhir hanya tinggal melakukan restart apache dan varnish saja.

service httpd restart
service varnish restart

Install Varnish 3 di CentOS 6



Setelah mengalami stress mengatasi bagaimana mengatasi server load yang cukup tinggi pada suatu website berbasis wordpress dimana tingkat kepadatan pengunjungnya sekitar ribuan user per hari akhirnya saya mencari inisiatif untuk mencari solusi yang lebih tepat dan efisien. Pengguna yang satu ini menggunakan control panel ZPanel dengan apache sebagai webservernya. Tentu bukan hal yang mudah melakukan tweaking apache webserver dengan traffic website yang cukup tinggi.

Menggunakan cache-system mungkin bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi server load yang dominan tinggi karena banyaknya pengunjung dan proses eksekusi scriptnya. Salah satunya yang saat ini sedang naik daun yaitu menggunakan Varnish Cache. Varnish cache adalah sejenis http accelerator yang berguna untuk mengurangi server load dan mengoptimalkan kecepatan load per halaman suatu website. Instalasi Varnish sudah saya coba dan ternyata cukup bagus. Kecepatan load suatu website kini langsung muncul semua, kalau biasanya muncul per satu-satu.

Install Varnish (kita pakai yang versi 3)

Apa saja yang dibutuhkan untuk memulai instalasi Varnish?
> VPS CentOS server (rekomendasi gunakan centos 6)
> SSH
> root akses

o Login root akses menggunakan SSH

o Tambahkan repo package
rpm -Uvh http://repo.varnish-cache.org/redhat/varnish-3.0/el5/noarch/varnish-release/varnish-release-3.0-1.noarch.rpm

o Mulai install via yum > yum -y install varnish

Secara default, Varnish kini sudah terinstall, namun untuk selanjutnya kita harus menginstegrasikan Varnish dengan webserver kita. Varnish dapat di integrasikan ke webserver seperti apache dan nginx.

Install XChat dari source di Ubuntu 10.04.2



Aplikasi xchat merupakan aplikasi opensource yang dikembangkan oleh Peter Železný dan Brian Evans. Kebanyakan orang yang menggunakan windows biasanya sangat familiar dengan aplikasi mIRC. Walau terbilang lebih mudah untuk sebagian orang, namun aplikasi mIRC ini berbayar. Sedangkan aplikasi xchat adalah gratis lifetime, LOL.

Download xchat
Untuk melakukan install dari source (sumber), kita harus mendownload terlebih dahulu source filenya. Source file bisa di download dari website xchat (pilih yang source tarballs). Sangat disarankan untuk mendownload yang versi terbarunya.

Compile source
Untuk melakukan compile source, pastinya kita harus menginstall beberapa package yang harus dibutuhkan. Pastikan system anda sudah uptodate yah.
Beberapa package yang harus sudah terinstall:
> libglib2.0-data & libglib2.0-dev
> libperl-dev

Extract filenya (klik kanan > extract here)
Kemudian masuk ke folder hasil extract td

> cd xchat-2.8.8
> ./configure
> make

Tinggal ditunggu saja sampai selesai. Toh, jika tidak mau repot tinggal install dari Ubuntu software center atau console terminal.

Menggunakan fungsi git clone pada Ubuntu desktop

Fungsi git clone adalah cara yang sangat efisien untuk mendownload resource suatu program. Dengan fungsi git clone, kita dapat menghemat waktu untuk merekam sebuah repository source program. Namun di sini saya tidak akan menjelaskan secara fundamental apa fungsi git itu sendiri beserta beberapa syntaxnya. Untuk penjelasan lengkapnya, ada blog netter lain bernama virtuemagz yang telah menjelaskan secara cukup rinci. Dalam hal ini hanya diberikan pemahaman instalasi dan penggunaan biasa saja.

Install git

Jika program git belum terinstall, saat anda menggunakan aplikasi tersebut (git clone) maka akan muncul pesan berikut ini.

The program 'git' is currently not installed. You can install it by typing:
sudo apt-get install git-core


Kita hanya perlu mengetik sudo apt-get install git-core agar dapat terinstall pada Ubuntu desktop kita. Setelah terinstall, baru kita dapat menggunakan fungsi git clone secara seluruhnya.

Menggunakan git


Cara menggunakan git sangat mudah. Untuk normalnya hanya perlu git clone git://alamat_url.git
Kemudian secara otomatis aplikasi tersebut akan merekam secara lengkap source yang ada pada direktori alamat git tersebut. Program git akan mengkalkulasi berapa banyaknya jumlah file yang ada kemudian menyesuaikan jumlah yang diterima berdasarkan banyaknya file yang ada pada direktori git tersebut.

Sudahkah anda mencoba aplikasi git ini?

Gunakan Cpu Limit Untuk Membatasi Proses

Punya masalah dengan laptop atau komputer anda dengan sistem operasi linux? Untuk laptop dengan prosesor dual core keluaran 2009 ke bawah, untuk melakukan instalasi Linux Ubuntu 13.04 ke atas sepertinya agak berat. Mengapa berat? Karena spesifikasi laptop masih belum mumpuni, alias dual core, kemudian VGA masih sekitar 256 MB. Sedangkan unity Ubuntu dan compiz membutuhkan resource atau sumber daya yang lebih agar dapat berjalan mulus.



Ubuntu unity ada model GUI terbaru dengan one click search. Kemudian compiz adalah sistem panel kostumasi untuk membuat tema serta tampilan Linux Ubuntu lebih elegan dan mewah. Untuk laptop atau komputer dengan spesifikasi yang saya sebutkan di atas memang bisa menjalankan dua aplikasi ini, namun hasilnya sangat tidak sempurna. Lalu bagaimana cara menggunakan cpulimit?

Ada 2 cara, pertama memasangnya via apt-get, yang ke dua compile lewat sourcel atau kode sumber.

Install cpulimit dengan apt-get


# sudo apt-get update
# sudo apt-get install cpulimit

Install cpulimit dari source code


# wget 'http://downloads.sourceforge.net/cpulimit/cpulimit-1.1.tar.gz'
# tar -zxvf cpulimit-1.1.tar.gz
# cd cpulimit-1.1
# make
# cp cpulimit /usr/local/sbin/

Setelah itu secara default kita dapat menjalankan aplikasi cpulimit ini.
Misalnya kita akan menggunakan cpulimit untuk membatasi penggunaan resource dari compiz dengan mengalokasikan 30% cpu saja. Kalau begitu, syntaxnya adalah cpulimit -e compiz -l 30. Bagaimana kalau 50% saja cpu yang dialokasikan untuk compiz? Kalau begitu syntax yang 30 tadi diubah saja menjadi 50.

Bagaimana kalau ingin membatasi pada proses PID (Proses ID)? Membatasi proses PID berarti melakukan limit pada proses yang terspesifik statik. Caranya hampir sama, hanya saja ada beberapa syntax yang berbeda. Untuk mengetahui PID tiap proses, kita bisa melihatnya dengan menggunakan ps x kemudian lihat pada kolom PID. Misal proses PID adalah 3000, berarti syntaxnya cpulimit -p 3000 -l 50

Melihat Proses Tertinggi Sampai Terendah Menggunakan Htop

Sepertinya sudah lama saya tidak memposting postingan tentang linux. Soalnya beberapa hari yang lalu setelah mengikuti event seminar tentang Linux, semangat menggunakan linux akhirnya terkobar lagi. Sayangnya artikel ringkasan cerita dari seminar di Pekalongan belum saya buatkan, mungkin nanti menyusul deh. Pokoknya nantikan saja, beberapa hal yang saya dapat di sana akan saya post di sini.

Pada sistem operasi linux umumnya terdapat fungsi top. Fungsi ini adalah untuk melihat statistik dari daftar pemakaian proses yang sedang dijalankan berdasarkan banyaknya sumber daya yang kita gunakan. Nah, pada linux Ubuntu terdapat software opensource yang bernama htop. Aplikasi htop ini bersifat dinamis menampilkan daftar proses yang sedang komputer kita gunakan dari pemakaian sumber daya yang tertinggi ke terendah.

Untuk cara memasangnya sangat mudah. Buka terminal, kemudian ketik sudo apt-get install htop. Setelah selesai terpasang, langsung saja kita coba jalankan dengan mengetik syntax htop.

Hasilnya akan seperti di bawah ini.



Jika memang ada proses yang tinggi, bisa kita limit proses menggunakan cpulimit.

Cara Set Reverse DNS pada VPS



Reverse DNS (rDNS) kalau dalam bahasa Indonesia berarti Kebalikan DNS. Namun menurut pengertiannya reverse dns adalah penentuan penamaan domain berdasarkan IP yang diberikan menggunakan DNS yang ada di Internet. Jadi jika anda punya vps dan ingin melakukan rDNS, maka caranya sangat mudah. Tidak perlu bermain dengan command line interface. Cukup masuk ke portal solusvm controller bagi yang platform openvz.

> Login ke solusvm panel
> Manage VPS
> Click Network
> Click Edit pada interface IP yang ingin di rDNS
> Isi nama domain yang ingin di reverse
> OK
> Tunggu sampai 24 jam max agar efek terasa secara global

Perlu diingat, pastikan domain yang akan diisikan rDNS sudah di pointing / forward terlebih dulu tipe A ke IP tujuan VPS yang akan di eksekusi rDNS.

Namun ada beberapa penyedia VPS yang tidak memberikan akses rDNS pada clientnya. Jadi cermati lebih baik lagi. Masih bingung? Monggo silahkan tanya dengan berkomentar di bawah ini.

salin tulisan ini @copy

Install NGINX pada CentOS



Kali ini saya akan membahas sedikit bagaimana cara install nginx pada CentOS. Sebenarnya tutorial tentang cara instalasi nginx ini sudah banyak sekali di internet. Tapi kalau masih bingung oke, akan di perjelas lagi.

Kalau di coba menginstall nginx menggunakan yum 'yum -y install nginx' pasti tidak akan berhasil. Karena repository nginx belum ada pada yum.list centos kita. Untuk itu kita perlu menambahkan sendiri secara manual agar bisa terbaca saat menggunakan yum. Simpelnya sih begitu ^^

Biasanya, centos dipakai karena efisiensi dan penggunaan cpu yang fleksibel. Di lihat dari perbandingan antara nginx dan apache juga cukup jauh. Jelas nginx lebih bagus untuk skala kepadatan koneksi yang lebih tinggi.

CentOS 5
Pastikan sudah login root terlebih dahulu.
> rpm -Uvh http://dl.fedoraproject.org/pub/epel/5/i386/epel-release-5-4.noarch.rpm
> yum -y update
> yum -y install nginx
> Pilih yes jika terdapat konfirmasi y/N

CentOS 6
Pastikan sudah login root terlebih dahulu.
> rpm -Uvh http://dl.fedoraproject.org/pub/epel/6/x86_64/epel-release-6-8.noarch.rpm
> yum -y update
> yum -y install nginx
> Pilih yes jika terdapat konfirmasi y/N

Jika kamu masih agak kesulitan, silahkan komentar di bawah ini. Jika ada waktu dan kesempatan, pasti akan saya coba bantu sebisa mungkin. Oh ya, jangan lupa ya setelah terinstall:
> chkconfig nginx on
> service nginx start